Belasan Pengendara Terjaring Saat Razia Vaksinasi Oleh Aparat Gabungan TNI, Polri dan Satpol PP di Wilayah Kabupaten Jembrana

Kodim 1617/Jembrana | Belasan pengendara kembali terjaring saat razia vaksinasi yang digelar oleh aparat gabungan di Jalan Pahlawan Negara dan Pasar Inpres Negara pada hari sabtu pagi. Razia vaksinasi yang digelar tersebut ditujukan bagi para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas yang tidak bisa menunjukan surat keterangan (Sertifikat) vaksinasi, Sabtu (04/06/2022)

Dalam pelaksanaannya, aparat gabungan yang terdiri dari Personel Kodim 1617/Jembrana, Polres Jembrana dan Satpol PP Kabupaten Jembrana menghentikan setiap kendaraan yang melintas untuk di periksa kelengkapan sertifikat vaksinasi. Pengendara yang tidak bisa menunjukan surat keterangan (sertifikat) vaksinasi maka akan diarahkan untuk menerima vaksinasi. Petugas pun berhasil menjaring 16 orang masyarakat yang belum menerima vaksinasi baik vaksinasi tahap II maupun vaksinasi tahap III (booster) yang diberikan oleh Tim dari Dinkes dan Polkes Polres Jembrana.

Sementara itu Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna, S.Sos saat dikonfirmasi mengatakan digelarnya operasi (razia) vaksinasi Covid-19 oleh petugas gabungan guna mendukung program pemerintah dalam percepatan pencapaian target vaksinasi nasional. Masyarakat yang terjaring razia dan sama sekali belum menerima vaksin baik tahap I, Tahap II dan III (Booster) selanjutnya akan diperiksa tim medis,  apabila memenuhi persyaratan maka akan langsung diberikan vaksinasi.

“Razia Vaksinasi yang digelar oleh petugas gabungan terbukti sangat efektif dalam menjaring masyarakat yang belum menerima vaksinasi,” Sambung Dandim Haruna

Lebih lanjut Dandim Haruna mengatakan masih ditemukannya masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi khususnya vaksinasi booster dalam razia tersebut tentunya perlu mendapat perhatian pihak terkait. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut menerima vaksinasi dimana vaksinasi sebagai salah satu upaya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai