
Jembrana | Danramil 1617-02/Mendoyo Kapten Inf Agus Muhid meresmikan jembatan alternatif sebagai penghubung warga Tempek Jati Banjar Sekar Kejulo Kelod. Selain itu, jembatan alteratif tersebut merupakan sebagai pengganti jembatan plat deker yang hanyut dibawa banjir tempo lalu bersamaan dengan Jembatan besar permanen penghubung Desa Yehembang Kauh dengan Desa Yehembang.
Saat dikonfirmasi Danramil 1617-02/Mendoyo menuturkan jembatan alteratif yang terbuat dari bambu dibangun atas inisiasi Babinsa Yehembang Kauh Serda Zainal Efendi bersama warga setempat, bantuan dana dan material secara swadaya serta bantuan dari Bagana Banser Bali dan Banser Kecamatan Mendoyo.
“Sebelum dibangunnya jembatan alternatif ada sekitar 17 KK warga terisolir terutama anak anak karena harus menyeberangi sungai saat pergi ke sekolah,” ungkap Kapten Inf Agus Muhid.
Sementara itu, Serda Zainal Efendi dikesempatan tersebut mengatakan jembatan alternatif yang dibangun memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,3 meter dengan ketinggian 5 meter. Dirinya pun sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada warga dan semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan sehingga jembatan alternatif ini bisa diselesaikan.
“Jembatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga kami dalam menjalankan aktifitas sehari hari,” ucapnya