
Jembrana | Babinsa Desa Pohsanten, Koramil 1617-02/Mendoyo, Pelda Ida Bagus Priada mendampingi Danramil 1617-02/Mendoyo Kapten Inf Agus Muhid meninjau usaha mebel kayu milik I Putu Gare yang sempat terbengkalai akibat terdampak Covid-19 di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kec. Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (25/01/2023)
Covid-19 telah membawa banyak perubahan dari berbagai macam aspek, tak urung krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kelangsungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sulitnya berusaha mengakibatkan banyaknya pengusaha yang gulung tikar.
I Putu Gare Mengaku bahwa selama Covid-19 usaha kayu dan mebelnya sangat sepi pemesan bahkan sempat tidak beroprasi selama dua tahun, tapi sekarang sudah mulai beroprasi dengan mengerjakan pesanan dari komsumen sedikit demi sedikit.
“Kami selaku pemilik usaha mebel ini merasa sangat kewelahan pada saat menghadapi pandemi, karena dampaknya yang begitu meluas sehingga produksi maupun konsumsi menjadi tak stabil tapi kami berusaha bangkit berkat motivasi babinsa dan pihak- pihak lain yang turut membatu,” Tutur I Putu Gare
Dalam kesempatan tersebut Danramil berpesan agar para pelaku usaha tidak gampang menyerah karena usaha masyarakat baik kecil atau menengah merupakan tulang punggung prekonomian bangsa, tapi perlu disadari bahwa tiap usaha pasti diiringi dengan hambatan dan cobaan
“Semua usaha pasti diiringi dengan proses, apapun bentuknya, maka dari itu tetaplah sabar dan jangan pernah menyerah, jadikan kegagalan sebagai pelajaran karena pasti akan berbuah indah pada waktunya,” Pesan Danramil.